1. Jelaskan kemungkinan terbentuknya ikatan
rangkap 3 pada minyak atau lemak tak jenuh!
Jawab:
Jawab:
Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak
mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh. Ikatan ganda pada asam lemak tak
jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu, dikenal
istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.
Keberadaan ikatan ganda pada asam lemak tak
jenuh menjadikannya memiliki dua bentuk: cis dan trans. Semua asam lemak nabati
alami hanya memiliki bentuk cis (dilambangkan dengan "Z", singkatan
dari bahasa Jerman zusammen).Reaksi eliminasi kebalikan dari reaksi adisi. Pada
reaksi ini molekul senyawa yang berikatan tunggal (ikatan jenuh) berubah
menjadi senyawa berikatan rangkap (ikatan tak jenuh) dengan melepaskan molekul
yang kecil.
Mekanismenya:
Bila
suatu alkil halida diolah dengan suatu basa kuat, dapat terjadi suatu reaksi
eliminasi. Dalam reaksi ini sebuah molekul kehilangan atom-atom atau ion-ion
dari struktur-strukturnya. Produk organik suatu reaksi eliminasi suatu alkil
halida adalah suatu alkena. Dalam suatu tipe reaksi eliminasi ini, unsur H dan
X keluar dari dalam alkil halida; oleh karena itu reaksi ini disebut reaksi
dehidrohalogenasi. (awalan de- berarti “minus” atau “hilangnya”).
Beberapa
reaksi eliminasi:
a. Reaksi dehidrogenasi (pelepasan Hidrogen)
b. Reaksi dehidrasi (pelepasan air)
c. Reaksi
dehidrohalogenasi
Menurut
saya, pada minyak, asam lemak tak jenuh dapat terjadi ikatan rangkap 3 karena
dapat menggunakan reaksi eliminasi seperti pada alkena.
2. Jelaskan bagaimana proses pencucian dengan
pelarut organik bebas air!
Jawab:
Di dalam suatu sistem larutan terdapat tiga jenis interaksi yang meliputi, interaksi antar molekul pelarut; interaksi antar molekul terlarut; dan interaksi antara molekul terlarut dan molekul pelarut. Suatu zat akan mudah dilarutkan jika interaksi pelarut-pelarut dan zat terlarut-terlarut lebih rendah daripada interaksi zat terlarut dengan pelarut. Kemampuan suatu zat berfungsi sebagai pelarut ditunjukkan oleh tetapan dielektrikumnya. Pelarut yang mempunyai tetapan dielektrikum besar adalah pelarut yang bersifat polar dan pelarut yang mempunyai tetapan dielektrikum rendah adalah pelarut non polar.
Pelarut ada yang bersifat polar dan ada yang bersifat nonpolar, sedangkan zat terlarutnya dapat merupakan senyawa ionik, senyawa polar atau senyawa nonpolar. Berikut ini contoh-contoh senyawa dengan harga tetapan dielektrikum:
Kelarutan
Dalam sistem pelarutan dikenal suatu istilah “like dissolved like”, istilah ini mempunyai makna bahwa suatu zat akan mampu larut dalam pelarut yang mempunyai sifat sejenis. Suatu zat terlarut polar dan ionik akan larut dalam pelarut polar, begitu pula dengan zat terlarut nonpolar akan mudah larut dalam pelarut nonpolar. Jenis pelarut dari sifatnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu pelarut polar dan pelarut nonpolar. Suatu zat yang bersifat polar akan lebih mudah larut dalam pelarut polar. Di dalam suatu sistem larutan terdapat tiga jenis interaksi yang meliputi: interaksi antar molekul pelarut; interaksi antar molekul terlarut; dan interaksi antara molekul terlarut dan molekul pelarut.
Sebagai contoh molekul karbontetraklorida yang mempunyai gaya Van Der Waals yang sangat lemah tidak akan bisa larut dalam air yang mempunyai ikatan hidrogen yang kuat antara molekul-molekul air, namun karbontetraklorida kemungkinan dapat larut dalam benzena yang sama-sama mempunyai ikatan Van Der Waals.
Jawab:
Di dalam suatu sistem larutan terdapat tiga jenis interaksi yang meliputi, interaksi antar molekul pelarut; interaksi antar molekul terlarut; dan interaksi antara molekul terlarut dan molekul pelarut. Suatu zat akan mudah dilarutkan jika interaksi pelarut-pelarut dan zat terlarut-terlarut lebih rendah daripada interaksi zat terlarut dengan pelarut. Kemampuan suatu zat berfungsi sebagai pelarut ditunjukkan oleh tetapan dielektrikumnya. Pelarut yang mempunyai tetapan dielektrikum besar adalah pelarut yang bersifat polar dan pelarut yang mempunyai tetapan dielektrikum rendah adalah pelarut non polar.
Pelarut ada yang bersifat polar dan ada yang bersifat nonpolar, sedangkan zat terlarutnya dapat merupakan senyawa ionik, senyawa polar atau senyawa nonpolar. Berikut ini contoh-contoh senyawa dengan harga tetapan dielektrikum:
Pelarut
|
Molekul
|
Tetapan Dielektrikum
(ε)
|
Suhu (oC)
|
Air
|
H2O
|
78,5
|
25
|
Asam Format
|
HCOOH
|
59
|
25
|
Asetonitril
|
CH3CN
|
38
|
25
|
Metanol
|
CH3OH
|
31,5
|
25
|
Etanol
|
C2H5OH
|
24,2
|
25
|
Aseton
|
CH3COCH3
|
2,4
|
25
|
t-Butanol
|
(CH3)3COOH
|
12,4
|
25
|
Asam Asetat
|
CH3COOH
|
6,1
|
25
|
Dietil Eter
|
(C2H5)2O
|
4,26
|
25
|
Benzena
|
C6H6
|
2,275
|
25
|
Karbon Tetraklorida
|
CCl4
|
2,2
|
25
|
Heksana
|
CH3(CH2)4CH3
|
1,9
|
25
|
Hidrogensianida
|
HCN
|
118,3
|
18
|
Asam Sulfat
|
H2SO4
|
110
|
20
|
Formamida
|
CHONH2
|
100
|
25
|
Amonia
|
NH3
|
22
|
-34
|
Piridin
|
C5H5N
|
12,30
|
25
|
Tetrahidrofuran
|
C4H4O
|
7,39
|
25
|
Dioxsan
|
C4H8O2
|
2,213
|
25
|
Sikloheksan
|
C6H12
|
2,05
|
25
|
Dalam sistem pelarutan dikenal suatu istilah “like dissolved like”, istilah ini mempunyai makna bahwa suatu zat akan mampu larut dalam pelarut yang mempunyai sifat sejenis. Suatu zat terlarut polar dan ionik akan larut dalam pelarut polar, begitu pula dengan zat terlarut nonpolar akan mudah larut dalam pelarut nonpolar. Jenis pelarut dari sifatnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu pelarut polar dan pelarut nonpolar. Suatu zat yang bersifat polar akan lebih mudah larut dalam pelarut polar. Di dalam suatu sistem larutan terdapat tiga jenis interaksi yang meliputi: interaksi antar molekul pelarut; interaksi antar molekul terlarut; dan interaksi antara molekul terlarut dan molekul pelarut.
Sebagai contoh molekul karbontetraklorida yang mempunyai gaya Van Der Waals yang sangat lemah tidak akan bisa larut dalam air yang mempunyai ikatan hidrogen yang kuat antara molekul-molekul air, namun karbontetraklorida kemungkinan dapat larut dalam benzena yang sama-sama mempunyai ikatan Van Der Waals.
3. Bagaimana cara bekerja indra pengecap sehingga
menimbulkan cita rasa manis, contohnya fruktosa!
Struktur kuncup pengecap pada lidah
Lidah manusia adalah struktur berotot yang
terletak pada bagian lantai mulut yang digunakan untuk berbicara, makan dan
mencicipi rasa. Lidah manusia di lengkapi dengan tunas-tunas pengecap yang bisa
mendeteksi zat kimia di dalam makanan dan minuman.
Indera
pengecap pada lidah bekerja sama dengan indera penciuman untuk mengidentifikasi
aroma makanan untuk di olah dalam otak sehingga manusia bisa merasakan
perbedaan aroma makanan dan minuman yang akan di kosumsi.
Lidah terletak pada dasar mulut, sementara
pembuluh darah dan urat saraf masuk dan keluar pada akarnya. Ujung serta
pinggiran lidah bersentuhan dengan gigi-gigi bawah, sementara dorsum merupakan
permukaan melengkung pada bagian atas lidah. Bila lidah digulung kebelakang
maka tampaklah permukaan bawahnya yang disebut frenulum linguae, sebuah
struktur ligament halus yang mengaitkan bagian posterior lidah pada bagian
dasar mulut. Bagian anterior lidah bebas tidak terkait. Bila dijulurkan, maka
ujung lidah meruncing, dan bila terletak tenang didasar mulut,maka ujung lidah
berbentuk bulat.
Lidah ini, juga dibangun oleh suatu struktur
yang disebut kuncup pengecap (taste buds). Pada lidah lebih kurang 10.000
kuncup pengecap yang tersebar dipermukaan atas dan di sepanjang pinggir lidah.
Kuncup pengecap tertanam dibagian epitel lidah dan bergabung dengan
tonjolan-tonjolan lidah yang disebut papilla.
Struktur kuncup pengecap pada lidah
Kuncup pengecap tersusun dari sel pendukung
dan sel pengecap yang bentuknya memanjang dan memiliki mikrovili. Pada
mikrovili terdapat reseptor molekul protein yang menyebabkan otak dapat
mengenali lima pengecap dasar, yaitu manis, asin, pahit, masam, dan umami.
Umami adalah sebuah sensasi pengecap yang dihasilkan oleh monosodium glutamate
(MSG). Dan glutamate lainnya yang berasal dari makanan yang difermentasi.
Para ilmuan telah menemukan bahwa menurut
mereka, semua peta rasa dapat menditeksi lima pengecap dasar. Sebuah fakta,
peka rasa yang pertama kali dikemukaka oleh D.P Hanig (1901) memperlihatkan
empat pengecap dapat ditemukan pada
bagian yang sama dari lidah.
Selaput lendir (membrane mukosa) lidah selalu
lembab, dan pada waktu sehat lidah berwarnah merah jambu,permukaan atasnya
seperti beludru. Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan
yang disebut papila. Yang terdiri dari tiga jenis yaitu:
Ø Papila filiformis (fili = benang); berbentuk
seperti benang halus; jumlahnya banyak dan
tersebar diseluruh permukaan lidah. Terdapat dalam dinding papillae
sirkumvalanta dan fungiforum,yang berfungsi untuk menerima rasa sentuh, dari
pada rasa pengecap yang sebenarnya.
Ø Papila sirkumvalata (sirkum = bulat);
berbentuk bulat, tersusun berjejer membentuk huruf V di belakang lidah;
jumlahnya 8 s/d 12 buah. Sirkumvalata adalah jenis papillae yang terbesar,dan
masing-masing dikelilingi semacam lekukan seperti parit.
Ø Papila fungiformis (fungi = jamur); berbentuk
seperti jamur. Terlelak diujung dan disisi lidah
Terdapat satu jenis papilla yang tidak
terdapat pada manusia, yakni papilla folliata pada hewan pengerat.
Ada empat macam rasa kecapan: manis, pahit,
asan, dan asin. Kebanyakan makanan memiliki ciri harum dan ciri rasa, tetapi
ciri-ciri itu merangsang ujung saraf penciuman, dan bukan ujung saraf
pengecapan. Supaya dapat dirasakan, semua makanan harus menjadi cairan, serta
harus sungguh-sungguh bersentuhan dengan ujung saraf yang mampu menerima
rangsangan yang berbeda-beda. Putting pengecap yang berbeda-beda menimbulkan kesan
rasa yang berbeda-beda juga.
Lidah memiliki pelayanan pensarafan yang
majemuk. Otot-otot lidah mendapat pensarafan dari urat saraf hipoglusus (saraf
otak kedua belas). Daya perasaannya dibagi menjadi “perasaan umum” yang
menyangkut taktil perasa seperti membedakan ukuran, bentuk, susunan, kepadatan,
suhu dan sebagainya.dan “rasa pengacap khusus” yang menyangkut rasa yang khusus
suatu makanan.
Impuls perasaan umum bergerak mulai dari
bagian anterior lidah dalam serabut saraf lingual yang merupakan sebuah cabang
urat saraf cranial kelima, sementara impuls bagian indra pengecap bergerak
dalam khorda timpani bersama saraf lingual, lantas kemudian bersatu dengan
saraf cranial ketujuh, yaitu nervus saraf fasialis. Saraf cranial kesembilan,
saraf glossofaringeal, membawa baik impuls perasaan umum maupun impuls perasaan
khusus, dari sepertiga posterior lidah.
Dengan
demikian indra pengecap lidah dilayani oleh saraf cranial kelima, kutujuh, dan
kesembilan, sementara gerakan-gerakannya dipersarafi oleh saraf cranial
kaduabelas.
Letak
masing-masing rasa berbeda-beda yaitu :
1.
Rasa
Asin = Lidah Bagian Depan
2.
Rasa
Manis = Lidah Bagian Tepi
3.
Rasa
Asam / Asem = Lidah Bagian Samping
4.
Rasa
Pahit / Pait = Lidah Bagian Belakang
4. Jelaskan hubungan hormon oksitosin dengan
sinyal gelombang alpha dan teta yg dikeluarkan otak!
Jawab
:
Oksitosin
adalah suatu hormon yang diproduksi di hipotalamus dan diangkut lewat aliran
aksoplasmik ke hipofisis posterior yang jika mendapatkan stimulasi yang tepat
hormon ini akan dilepas kedalam darah. Hormon ini di beri nama oksitosin
berdasarkan efek fisiologisnya yakni percepatan proses persalinan dengan
merangsang kontraksi otot polos uterus. Peranan fisiologik lain yang dimiliki
oleh hormon ini adalah meningkatkan ejeksi ASI dari kelenjar mammae.
Oksitosin diproduksi di hipotalamus, jauh di
dalam otak kita, dan disimpan di hipofisis posterior, sang kelenjar utama, dan
akan disekresikan secara pulsatil. Oksitosin merupakan hormon penting dalam
reproduksi dan memediasi refleks ejeks,
yaitu: refleks ejakulasi sperma saat
orgasme (dan refleks masuknya sperma ke
dalam rahim saat wanita mengalami
orgasme), refleks ejeksi janin saat lahir ( Odent mengistilahkan ini sebagai kontraksi kuat pada akhir kontraksi yang
melahirkan bayi dengan cepat dan mudah), dan saat postpartum, yaitu refleks pelepasan plasenta
dari rahim dan keluarnya air susu ibu,
atau let-down reflex dalam menyusui.
Oksitosin disekresi dalam jumlah besar saat
hamil, berfungsi untuk meningkatkan penyerapan nutrisi, mengurangi stres, dan
menghemat energi dengan membuat ibu hamil lebih mudah mengantuk.
Oksitosin juga menyebabkan rahim berkontraksi berirama. Kadar hormon
oksitosin mencapai puncaknya saat persalinan dengan adanya stimulasi dari
reseptor vagina akibat adanya peregangan saat bayi melewati vagina. Setelah
plasenta dilahirkan, kadar hormon ini menurun secara bertahap.
Bayi juga mengalami peningkatan produksi
oksitosin selama proses persalinan. Jadi, dalam menit pertama setelah
persalinan, ibu dan bayi
bermandikan hormon cinta.
Produksi oksitosin kemudian dilanjutkan produksinya melalui kontak kulit ke kulit dan kontak mata dengan mata,
serta saat bayi pertama kali menyusu. Oksitosin akan mencegah terjadinya
perdarahan pasca melahirkan dengan dengan memastikan kontraksi rahim yang
baik..
Saat proses menyusui, oksitosin memediasi
let-down reflex dan dilepaskan secara bergelombang. Selama masa menyusui,
oksitosin terus bertindak untuk menjaga ibu tetap santai dan bergizi baik.
Profesor Kerstin Uvnas Moberg, seorang pakar oksitosin dan peneliti menyebutnya sebagai “… sistem anti-stres yang
sangat efisien, yang mencegah banyak penyakit di kemudian hari.” Dalam
studinya, para ibu yang menyusui selama lebih dari tujuh minggu itu lebih
tenang, ketika mereka bayi yang berusia enam bulan, dibandingkan ibu yang tidak
menyusui bayinya.
Di
luar perannya dalam hal reproduksi, oksitosin disekresi dalam situasi lain,
misalnya, berbagi makanan. Para peneliti telah meneliti bahwa akibat dari
malfungsi sistem oksitosin, dapat
menyebabkan skizofrenia, autisme, penyakit kardiovaskular dan
ketergantungan obat. Peneliti-peneliti ini menduga bahwa oksitosin dapat memediasi efek antidepresan dari
obat-obatan seperti Prozac.
Otak terdiri dari milyaran sel otak yang
disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan
memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron
dalam otak inilah yang disebut “gelombang otak” atau brainwave. Jadi yang
disebut gelombang otak adalah “arus listrik” yang dikeluarkan oleh otak.
Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka kita tahu bahwa otak
tersebut sudah mati.
Gelombang otak bisa diukur dengan peralatan
Electroencephalograph (EEG). Diketahui bahwa frekuensi gelombang otak yang
dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz dan digolongkan menjadi
gelombang delta, theta, alpha dan beta. Setiap gelombang punya karakteristik
yang berbeda-beda serta menandakan kondisi mental seseorang.
Berikut ini adalah penjelasan singkat
mengenai karakteristik empat jenis gelombang otak yang umumnya muncul pada
setiap orang.
1.
Gelombang
Beta: Waspada, Konsentrasi.
Kondisi gelombang otak Beta (13-30 Hz)
menjaga pikiran tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak akan mudah
melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan
solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas
kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang
membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.
2.
Gelombang
Alpha: Kreativitas, Relaksasi, Visualisasi
Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras
dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi
kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk
perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang
kreativitas.
3.
Gelombang
Theta: Relaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori
Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang
otak Theta (4-8 Hz) muncul saat bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan
sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan
pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi
“senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam,
menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur,
meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.
4.
Gelombang
Delta: Penyembuhan, Tidur Sangat Nyenyak.
Kondisi Delta (0.5-4 Hz), saat gelombang otak
semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam.
Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon
pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam penyembuhan.
Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang
untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar.
Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki
perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.
Dapat disimpulkan bahwa Oksitosin diproduksi
di hipotalamus, jauh di dalam otak kita, dan disimpan di hipofisis posterior,
sang kelenjar utama, dan akan disekresikan secara pulsatil serta berfungsi
untuk meningkatkan penyerapan nutrisi, mengurangi stres, dan menghemat energi
dengan membuat ibu hamil lebih mudah mengantuk. Karena Oksitosin berfungsi untuk
mengurangi stress, berarti hormone ini berhubungan dengan gelombang Alpha,
dimana kondisi gelombang Alpha ini untuk kondisi relaks mendorong aliran energi
kreativitas dan perasaan segar, sehat. Sedangkan hubungan hormone oksitosin
dengan gelombang otak Theta, Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan
stress, menghasilkan peningkatan
kesehatan secara keseluruhan, sehingga ibu hamil bisa kembali meningkatkan
kesehatannya pasca melahirkan.
5. Jelaskan bagaiman sifat basa dapat di hasilkan
gugus OH pada sakarida! Kaitkan dengan konsep asam basa!
Jawab:
KARBOHIDRAT
yaitu senyawa organik terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Terdiri
atas unsur C, H, O dengan perbandingan 1 atom C, 2 atom H, 1 atom O.
karbohidrat banyak terdapat pada tumbuhan dan binatang yang berperan struktural
& metabolik. sedangkan pada tumbuhan untuk sintesis CO2 + H2O yang akan
menghasilkan amilum / selulosa, melalui proses fotosintesis, sedangkan Binatang
tidak dapat menghasilkan karbohidrat sehingga tergantung tumbuhan. sehingga
tergantung dari tumbuhan. karbohidrat merupakan sumber energi dan cadangan
energi, yang melalui proses metabolisme.
Sakarida adalah salah satu biomolekul yang
paling penting di dunia. Juga dikenal sebagai karbohidrat, mereka bertanggung
jawab untuk berbagai peran dalam semua makhluk hidup, terutama dalam
mengendalikan energi dalam sel serta menyediakan integritas struktural. Selain
itu, sakarida memberikan peran dalam sistem kekebalan tubuh, pengembangan dan
fertilisasi.
Pengertian Sakarida
Molekul-molekul ini adalah bahan organik yang
paling berlimpah di planet ini. Mereka menyediakan tulang punggung dasar
penyimpanan energi, fungsi sel bahan bakar dan membuat proses metabolisme
stabil. Juga, sakarida membentuk kerangka struktural untuk asam ribonukleat
(RNA) dan asam deoxoribonucleic (DNA) dengan dasar gula ribosa dan
deoksiribosa. Dinding sel bakteri dan tumbuhan terdiri dari biomolekul,
menghasilkan kelimpahan yang menyelimutinya. Terakhir, karbohidrat ini
memainkan peran kunci dalam mengendalikan interaksi sel sendiri serta koleksi
sel. Hal ini disebabkan oleh sakarida memiliki kaitan ke protein dan lipid.
Sakarida terdiri dari dua senyawa dasar:
aldehid dan keton, yang keduanya mengandung gugus karbonil terdiri dari dua
ikatan karbon dan atom oksigen. Aldehida memiliki penambahan atom hidrogen,
sedangkan keton ikatan dengan dua atom karbon tambahan. Namun, ada
bentuk-bentuk tambahan sakarida yang menampilkan ikatan kovalen di mana
elektron dibagi oleh oksigen dan hidrogen. Ini dikenal sebagai gugus hidroksil.
Ketika
suatu senyawa untuk biomolekul ini dikumpulkan, itu dikenal sebagai
monosakarida. Contoh-contoh utama dari ini adalah glukosa, galaktosa dan
fruktosa. Glukosa juga dikenal sebagai gula darah dan merupakan sumber utama
energi bagi sel. Galaktosa dan fruktosa juga gula utama. Galaktosa ditemukan
paling mudah dalam susu dan produk susu, sedangkan fruktosa ditemukan di
sebagian besar sayuran dan buah.
Pada
molekul sakarida, gugus OH yang dilepaskan oleh 1 molekul glukosa akan bereaksi
dengan gugug H yang dilepaskan oleh molekul glukosa lainnya sehingga membentuk
air (H2O). Sesuai dengan konsep asam basa Bronsted-Lowry bahwa basa
adalah senyawa yang cenderung menerima proton (aseptor proton).



